Seperti orang yang ingin menyebrang jalan. Jika jalannya tidak dilalui oleh banyak kendaraan, tentu mudah untuk menyebranginya.
Namun bagaimana jika ramai kendaraan lalu lalang,
kita tentu akan kesulitan.
Jika kita tidak berani untuk mengambil
langkah walau hanya selangkah, maka kita akan tetap berada di tempat dan
tidak akan sampai pada tujuan. yang benar adalah mulailah melangkah.
Tidak mengapa jika terkadang harus mundur selangkah karena adanya kendaraan
yang melaju kencang tepat di garis lurus kita, namun setelah itu pasti
kita akan maju dengan langkah yang lebih jauh lagi, sampai akhirnya pun
kita mampu untuk sampai pada seberang jalan.
Kita selalu khawatir ketika ingin menuju kepada tempat yang lebih baik
dengan alasan akan banyak rintangan yang menghadang.
Padahal jika kita
terus takut dan khawatir, hanya akan membuat kita terus monoton di
tempat yang sama tanpa ada perubahan yang progresif.
Mulailah walau
hanya selangkah, selanjutnya langkah-langkah lainnya akan mengikuti.
Walau di tengah perjalanan terkadang kita harus berhenti sejenak bahkan
harus mundur ke belakang, mau atau tidak mau, karena adanya tantangan
yang akan menghancurkan bahkan mematikan kita jika tidak mundur.
Namun
yakinlah setelah 1 langkah mundur, akan dilanjutkan oleh minimal 2
langkah maju. Terlebih seorang muslim. Dia dituntut agar hari esoknya
harus lebih baik dari hari kemarin, tidak diperbolehkan untuk monoton.
Bahkan walau pun hasil akhirnya adalah kurang memuaskan, yang jelas kita
diperintahkan untuk beralih kepada pekerjaan lain setelah melakukan
suatu perkerjaan. Tentunya pekerjaan yg bermanfaat.
Semoga kita tidak termasuk orang-orang lemah yang takut walau hanya mengambil selangkah.
MAIM el Fumaly