Rabu, 21 Oktober 2015

MENYEBRANGI JALAN


Seperti orang yang ingin menyebrang jalan. Jika jalannya tidak dilalui oleh banyak kendaraan, tentu mudah untuk menyebranginya. 

Namun bagaimana jika ramai kendaraan lalu lalang, kita tentu akan kesulitan. 
Jika kita tidak berani untuk mengambil langkah walau hanya selangkah, maka kita akan tetap berada di tempat dan tidak akan sampai pada tujuan. yang benar adalah mulailah melangkah. 

Tidak mengapa jika terkadang harus mundur selangkah karena adanya kendaraan yang melaju kencang tepat di garis lurus kita, namun setelah itu pasti kita akan maju dengan langkah yang lebih jauh lagi, sampai akhirnya pun kita mampu untuk sampai pada seberang jalan.

Kita selalu khawatir ketika ingin menuju kepada tempat yang lebih baik dengan alasan akan banyak rintangan yang menghadang. 

Padahal jika kita terus takut dan khawatir, hanya akan membuat kita terus monoton di tempat yang sama tanpa ada perubahan yang progresif. 

Mulailah walau hanya selangkah, selanjutnya langkah-langkah lainnya akan mengikuti. 

Walau di tengah perjalanan terkadang kita harus berhenti sejenak bahkan harus mundur ke belakang, mau atau tidak mau, karena adanya tantangan yang akan menghancurkan bahkan mematikan kita jika tidak mundur. 

Namun yakinlah setelah 1 langkah mundur, akan dilanjutkan oleh minimal 2 langkah maju. Terlebih seorang muslim. Dia dituntut agar hari esoknya harus lebih baik dari hari kemarin, tidak diperbolehkan untuk monoton. 

Bahkan walau pun hasil akhirnya adalah kurang memuaskan, yang jelas kita diperintahkan untuk beralih kepada pekerjaan lain setelah melakukan suatu perkerjaan. Tentunya pekerjaan yg bermanfaat.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang lemah yang takut walau hanya mengambil selangkah.

MAIM el Fumaly

PESAN DARI SAUDARAMU WAHAI SAUDARAKU

Begitu banyak wanita yang telah mati
Namun aurat mereka belum tertutupi
Pun telah banyak pria yang dijemput oleh kematian
Padahal mereka sedang asik melakukan kemaksiatan


Saudara dan saudariku
Apakah anda bermaksud untuk menjadi pengikut mereka?
Mati dalam keadaan melakukan perbuatan yang sia-sia
Bahkan tengah sibuk bermaksiat hina dina kepada pencipta-Nya


Saudara dan saudariku
Janganlah kita mau terus tertipu
Hidup ini penuh dengan kesenangan yang semu
Yang tak pantas untuk kita buru


Wahai Saudara dan saudariku
Tidakkah cukup mereka jadi alasan agar kita lebih bermuhassabah
Menghitung dosa yang telah kita lakukan tiap hari tanpa celah
Me-review kesalahan kita dan menggantinya dengan intens beribadah


Wahai saudara dan saudariku sekalian
Mari kita bersungguh-sungguh dalam melakukan peribadatan
Peribadatan kepada Allah sesuai dengan yang telah Dia syariatkan
Sebelum akhirnya malaikat datang mengabarkan kematian


Cukuplah
Maksiat yang kita lakukan telah banyak sudah
Bertaubatlah agar dosa-dosa kita tidak tertambah
Mari mulai sibukkan diri untuk beribadah kepada Allah
Menutup akhir kehidupan dengan sibuk beribadah sungguhlah indah

Mari kita semua berdoa menengadahkan tangan
Bermohon kepada Allah Sang Pencipta kehidupan
Agar kita dimudahkan dalam menghadapi kematian
Dahsyatnya sakaarotul maut semoga tak begitu menyakitkan


Akhuukum fillah
Muhammad Adhan Ibnu Muhammad

#pena_maim