Rabu, 21 Oktober 2015
MAIM
Nikah karena Dia atau dia? «
Seorang Muslim harusnya di dalam menjalani seluruh aktivitas kehidupannya menjadikan IBADAH sebagai motivasi dan orientasi, yang merupakan ejawantah dari Firman Allah dalam QS. Adz Dzaariyat : 56, yakni DICIPTAKAN UNTUK BERIBADAH. Sehingga apapun yang dilakukan, makan, minum, tidur, bekerja, sampai pada pernikahan merupakan bentuk ibadah kepada Allah. Bukan karena fantasi yang melayang tinggi dan birahi yang ingin diekplorasi.
Seakan pernikahan itu hanya sekedar ajang pelampiasan nafsu seksual belaka, sehingga banyak orang yang pada akhirnya tetap nikah, walau tak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh agama yang menjadikannya sah. Yang terpenting bagi mereka adalah hasrat tersalurkan, walau dengan cara yang tidak dibenarkan. Seandainya mereka memahami bahwa Nikah tidak hanya sekedar.
Maim sering bilang dalam setiap kesempatan ketika mengajar di kelas, “Pikiran Mahasiswa tidak boleh terbentur oleh tembok, justru mereka harus mampu memikirkan apa yang ada di balik tembok”. Artinya kita jangan hanya memikirkan apa yang nampak, tapi pikirkan pula apa yang tidak nampak. Jika ingin lebih di-breakdown lagi, “Kita jangan hanya memikirkan apa yang ada di dunia saja, tapi pikirkan pula apa yang ada di balik dunia”.
Ingat, pernikahan yang kita lakukan bukan hanya untuk mengikat kita dan dia di dunia ini, tak hanya sekedar mengajak untuk hidup di dunia sampai tua bersama-sama dengannya, akan tetapi yang terpenting dan terindah adalah kita dan dia tetap terus bersama sampai di surga-Nya kelak, in syaa Allah.
Namun bagaimana mungkin kita bisa hidup bersama dengannya di surga jika tata cara pernikahan yang dilakukan tidak sesuai dengan aturan agama? Sampai gajah masuk ke dalam lubang jarum pun, itu tidak akan mungkin.
Jadi marilah kita nikah karena Dia, bukan karena dia
MAIM el Fumaly
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar