Setiap perjuangan selalu
menyisakan bagi kita 2 pihak, yang menang dan yang kalah. Setiap seteru
selalu menunjukkan bagi kita 2 pihak, yang haq dan yang bathil. Dan
setiap kisah sejarah selalu menyisakan bagi kita 2 pihak, ksatria dan
pendosa.
Kedua pihak ini sama-sama berjuang untuk sesuatu yang mereka yakini walau harus mengorbankan hal yang terpenting bagi mereka yaitu harta dan nyawa. Mereka sama-sama berjuang menghabiskan waktu, berkorban dan mengerahkan kerasnya daya upaya. Mereka sama-sama serius dalam mewujudkan apa yang mereka yakini
Begitupun juga Mehmed II yang meyakini akan dibebaskannya kota Konstantinopel sebagaimana sabda Nabinya, dia berusaha keras mewujudkannya, tanpa ampun melatih karakter dan dirinya, mempersiapkan mental dan fisiknya untuk menjadi ksatria terhebat
Dilain sisi, Vlad III juga tak kalah seriusnya, dikemudi dendam dan rasa benci, dan keinginan kuat untuk membela kaum yang dia yakini, dia pun mempersiapkan dirinya untuk melawan kaum Muslim, menghambat penyebaran Islam dan mengahancurkannya
Dan keduanya berjumpa dalam takdir yang tak dapat dielakkan, sebuah epik yang terlupakan antara Mehmed II dan Vlad III. Yang satu kelak akan dikenal sebagai penakluk Konstantinopel, dan yang satu lagi akan dikenal sebagai salah satu manusia terkejam dalam sejarah manusia
Kisah mereka, kenyataan ini, kami tuangkan dalam nover berseri "The Chronicles Of Ghazi" #Ghazi3
Felix Siauw
Tidak ada komentar:
Posting Komentar